. MANAJER DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL ORGANISASI
Seluruh manajer seharusnya tidak hanya memusatkan perhatiannya pada lingkungan internal organisasi, tetapi juga menyadari pentingnya pengaruh lingkungan eksternal thdp organisasi yg dikelolanya.Manajer perlu mempertimbangkan unsur – unsur dan kekuatan lingkungan eksternal dalam setiap kegiatannya. Manajer harus : Mengidentifikasi ; menganalisa ; mengevaluasi ; mendiagnosa dan bereaksi terhadap kekuatan – kekuatan lingkungan, baik berupa kesempatan – kesempatan , resiko – resiko maupun ancaman – ancaman yg mempunyai pengaruh pada operasi organisasi ( perusahaan ).
Kondisi eksternal al: - kondisi ekonomi yg naik turun
- Perkembangan teknologi
- Perubahan perilaku konsumen
- Pembaharuan dan perubahan peraturan pemerintah
- Dll
Lingkungan Eksternal terdiri dari : Lingkungan eksternal Mikro dan lingkungan eksternal Makro
@ Lingkungan Eksternal Mikro
a. Para Pesaing ( Competitor )
b. Langganan ( Customer )
c. Pasar Tenaga Kerja ( labor supply )
d. Lembaga – lembaga keuangan
e. Para penyedia/pemasok ( supplier )
f. Perwakilan – perwakilan pemerintah.
@ Lingkungan Eksternal Makro
a. Perkembangan Teknologi
b. Variabel – variabel Ekonomi
c. Variabel – variabel politik
d. Lingkungan Sosial Kebudayaan
e. Dimensi Internasional.
@ Organisasi dan Lingkungan
Lingkungan ekstern mempengaruhi manajer – manajer bervariasi menurut tipe dan tujuan organisasi. Hal ini berbeda di antara posisi-posisi dan fungsi – fungsi dalam suatu organisasi dan bahkan antara tingkatan – tingkatan hirarki di dalam organisasi.
Usaha – usaha yg dilakukan manajer al:
- Usaha mempengaruhi lingkungan ekstern mikro
- Peramalan ( forecasting) thdp lingkungan ekstern makro
- Perencanaan, perancangan organisasi dan lingkungan.
@ Tanggungjawab Sosial Manajer
Tanggungjawab sosial berarti bahwa manajemen mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi di dalam pembuatan keputusannya. Tanggung jawab sosial perusahaan ini merupakan salah satu tugas yg harus dilakukan oleh para manajer organisasi perusahaan, karena aspek ini merupakan syarat utama bagi keberhasilan perusahaan, terutama untuk jangka panjang. Dengan demikian seorang manajer dituntut untuk mengimplementasikan Etike Berusaha ( the ethics of managers ) , terutama dalam hubungannya dengan langganan, karyawan, penemu teknologi, lembaga pendidikan, perusahaan – perusahaan lain, para penyedia, krediteur, pemegang saham, pemerintah bdan masyarakat umum.
Ada lima faktor yg mempengaruhi keputusan – keputusan pada masalah etika, yaitu :
1/ Hukum, 2/ Peraturan – peraturan pemerintah, 3/ kode etik industri dan perusahaan, 4/ tekanan-tekanan sosial dan5/ tegangan antara standar perorangan dan kebutuhan organisasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar